You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Banjarmangu
Desa Banjarmangu

Kec. Banjarmangu, Kab. Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah

SELAMAT DATANG DI SISTEM INFORMASI DESA BANJARMANGU BANJARNEGARA JAWA TENGAH -- selengkapnya...

PITUTUR JAWA

NURUL HILAL EKO PRAYITNO, S.IP 29 Agustus 2023 Dibaca 5.443 Kali
PITUTUR JAWA

Pitutur Jawa adalah ungkapan atau pepatah dalam bahasa Jawa yang mengandung makna dan nilai-nilai dalam kehidupan. Ungkapan-ungkapan ini sering kali mengandung ajaran moral, etika, dan filosofi yang menjadi pedoman dalam berperilaku.

Berikut adalah penjelasan singkat untuk setiap pitutur Jawa yang Anda sebutkan:

  1. Gusti Allah Ora Sare: Tuhan Tidak Tidur akan selalu mengetahui setiap perbuatan manusia Makna: Ungkapan ini mengajarkan bahwa Tuhan adalah pengamat yang tidak pernah tidur dan selalu mengetahui segala perbuatan manusia. Tindakan kita senantiasa diawasi dan akan menjadi pertanggungjawaban di hadapan Tuhan.

  2. Ngundhuh Wohing Pakerti: Setiap orang akan memetik hasil perbuatannya Makna: Prinsip ini mengajarkan bahwa setiap tindakan kita akan menghasilkan konsekuensi, baik itu baik maupun buruk. Seperti menanam benih dan menuai hasilnya, perbuatan kita akan mempengaruhi apa yang kita alami di masa depan.

  3. Mamayu Hayuning Bawana: Melindungi Keselamatan Dunia Makna: Konsep ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan. Kita bertanggung jawab untuk melindungi dan memelihara kebaikan dalam dunia ini.

  4. Becik Ketitik Ala Ketara: Baik dan buruk akan diketahui Makna: Prinsip ini menunjukkan bahwa perbedaan antara baik dan buruk selalu dapat dibedakan. Setiap tindakan memiliki akibat, dan pada akhirnya, baik atau buruknya suatu tindakan akan terungkap.

  5. Yitna Yuwana Lena Kena: Siapa Waspada akan Selamat: Yang lengah akan tekena bahaya Makna: Ungkapan ini mengajarkan pentingnya kewaspadaan dan kesiagaan dalam menghadapi kehidupan. Mereka yang waspada dan berhati-hati cenderung menghindari risiko dan bahaya, sementara mereka yang lengah bisa terjebak dalam situasi yang sulit.

Pitutur Jawa memiliki kedalaman filosofis dan ajaran yang relevan dalam berbagai aspek kehidupan. Mereka mendorong kita untuk menjadi pribadi yang bijak, bertanggung jawab, dan peduli terhadap akibat dari tindakan kita.